mangrove.jpg Monitoring mangrove untuk evaluasi rehabilitasi mangrove

Mengapa Monitoring Mangrove Tidak Cukup Dilakukan Sekali?

Semarang – Mangrove Data. Monitoring mangrove tidak cukup dilakukan sekali karena satu kali pengamatan hanya menggambarkan kondisi ekosistem pada satu waktu tertentu. Mangrove merupakan ekosistem pesisir yang terus berubah akibat pasang surut, sedimentasi, abrasi, salinitas, pertumbuhan vegetasi, regenerasi alami, gangguan manusia, hingga perubahan penggunaan lahan. Karena itu, kondisi yang terlihat baik tiga bulan setelah penanaman […]

Mengapa Monitoring Mangrove Tidak Cukup Dilakukan Sekali? Read More »

Data rehabilitasi mangrove untuk menilai kelayakan lokasi

Data Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Menilai Lokasi Rehabilitasi Mangrove?

Semarang – Mangrove Data. Data rehabilitasi mangrove merupakan informasi penting untuk menilai kelayakan lokasi, memahami kondisi ekosistem, dan menentukan bentuk intervensi yang paling sesuai. Penilaian rehabilitasi tidak cukup hanya melihat ketersediaan lahan atau kawasan pesisir yang tampak kosong. Hidrologi, salinitas, elevasi, substrat, vegetasi, regenerasi alami, penggunaan lahan, status pengelolaan, dan kondisi sosial perlu dianalisis secara

Data Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Menilai Lokasi Rehabilitasi Mangrove? Read More »

Ground truthing mangrove untuk validasi pemetaan mangrove

Apa Itu Ground Truthing dalam Pemetaan Mangrove?

Semarang – Mangrove Data. Ground truthing mangrove adalah proses memeriksa dan memverifikasi informasi hasil pemetaan atau penginderaan jauh dengan kondisi yang benar-benar ditemukan di lapangan. Citra satelit, foto udara, drone, dan hasil klasifikasi digital dapat memberikan gambaran luas mengenai tutupan mangrove, tetapi sensor tidak secara langsung “melihat” objek seperti manusia di lapangan. Sensor merekam karakteristik

Apa Itu Ground Truthing dalam Pemetaan Mangrove? Read More »

Scroll to Top