Kajian sosial ekonomi nelayan pesisir untuk memahami kekuatan, kelemahan, dan arah pemberdayaan
Deskripsi/Sinopsis
Publikasi ini mengangkat persoalan penting tentang kondisi sosial ekonomi nelayan di wilayah pesisir Bekasi, khususnya Desa Pantai Mekar. Berangkat dari realitas bahwa kemiskinan masih menjadi tantangan besar di kawasan pesisir dan pedesaan, kajian ini berupaya memetakan aset serta keterbatasan yang dimiliki nelayan sebagai dasar untuk memahami kondisi mata pencaharian mereka secara lebih utuh.
Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan pendekatan Sustainable Livelihood Approach (SLA), melalui wawancara langsung dan pendalaman data berbasis kuisioner. Hasilnya kemudian dianalisis ke dalam lima aspek mata pencaharian untuk melihat sektor mana yang menjadi kekuatan dan mana yang justru masih membutuhkan perhatian serius.
Temuan kajian menunjukkan bahwa kelemahan utama nelayan berada pada aspek finansial dan sumber daya manusia, sementara kekuatan mereka terletak pada keberagaman sumber daya dan dukungan pemerintah desa. Publikasi ini relevan sebagai rujukan bagi pembaca yang membutuhkan gambaran analitis mengenai kondisi nelayan pesisir serta tantangan pemberdayaan yang dihadapi di lapangan.
Informasi Produk
- Judul: Studi Pemetaan Aset Nelayan di Bekasi
- Penulis/Penyusun: Diantoro, G., et al
- Penerbit/Sumber: IKAMaT
- Tahun: 2016
- Format: PDF
- Ukuran/Format Tampilan: A4
- Jumlah Halaman/Data: 10 halaman
- Bahasa: Indonesia
Keunggulan
- Mengangkat isu kesejahteraan nelayan dengan pendekatan yang terstruktur
- Menggunakan metode Sustainable Livelihood Approach untuk analisis yang komprehensif
- Menampilkan kekuatan dan kelemahan nelayan berdasarkan hasil lapangan
- Relevan untuk kebijakan pemberdayaan masyarakat pesisir
- Bermanfaat bagi akademisi, peneliti, praktisi sosial, dan pemangku kepentingan wilayah pesisir
Harga
Donasi minimal Rp10.000
Catatan
Kajian ini mengingatkan bahwa pemberdayaan masyarakat pesisir tidak cukup dilakukan secara umum, tetapi perlu bertumpu pada pemahaman yang nyata terhadap kondisi hidup mereka. Dengan melihat aset, tantangan, dan kebutuhan nelayan secara lebih mendalam, langkah pengembangan yang diambil dapat menjadi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.



